Dalam sejarah pendirian yayasan JASA Subulussalam dilatar belakangi oleh banyak hal salah satunya adalah pendidikan, karena Masyarakat Kota Subulussalam pada saat itu pengetahuannya semakin kuat mengarahkan anaknya untuk memasukkan anaknya ke pendidikan berbasis boording. Terutama dalam pengetahuan agama.
Adapun para pendiri Yayasan JASA Subulussalam adalah H. Sairun, S.Ag dan Jaminuddin B, Hj. Siti Hafshah, S.PdI, Euis Qomariah, S.PdI.,M.Si, Zainuddin, S.Ip, Jamatis, A.Md dengan struktur pengurus Yayasan terlampir dalam Akta Notaris Yayasan JASA Subulussalam.
Setelah pendirian Yayasan JASA Subulussalam pada tahun 2016 sempat fakum selama beberapa tahun di karenakan para pengurus JASA Subulussalam mengerjakan sesuatu yang tidak kami ulas dalam keterangan ini, maka pada tahun 2019 kembali di wacanakan untuk menghidupkan Yayasan JASA Subulussalam ini untuk mencari lahan, dan penjajakan mencari lokasi yang startegis untuk memudahkan lembaga ini berkembang. Pada tanggal 2 Februari 2020 datang H. Husni Thamrin menawarkan Yayasannya yang sudah tidak berjalan lagi
Dukungan dan semangat muncul dari Ustadz H. M. Rasyid Bancin, S.Sos.I (Pimpinan Pondok Pesantren Daarurrahmah Sepadan), Ustadz Amiruddin Zulfarsy, S.Th. (Pimpinan Pondok Pesantren Mujizatul Qur’an Assany As Syafi’i) dan juga Ustadz Amrullah, S.Hi.,MA (Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah) dengan perinsip penyelamatan bangunan serta mengembalikan kejayaan Pesantren Husni Thamrin pada tahun 90-an.
Maka setelah beberapa kali dilaksanakan pertemuan silaturrahmi untuk antara pengurus Yayasan JASA Subulussalam dan H. Husni Thamrin maka di putuskan untuk penyelematan asset tersebut dikelola oleh Yayasan JASA Subulussalam dengan mengalihkan semua asset menjadi milik Yayasan JASA Subulussalam.
Dalam perjalanan penyelesaian administrasi, maka Yayasan JASA Subulussalam terus melakukan penghimpunan kekuatan termasuk perencanaan pembukaan Pesantren dan juga pembukaan pendidikan formal untuk pertama kalinya yaitu SMP (Sekolah Menengah Pertama) IT (Islam terpadu) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) BP (Berbasis Pesantren) yang disebut dengan SMP-IT Darussalam dan SMK-BP Darussalam serta Pondok Pesantren Modern Darussalam. Dan tidak menutup kemungkinan pada tahun-tahun berikutnya akan membuka, PAUD, RA, TK, TKA, TPA, TQA, MTs, SMA, MA dan Perguruan Tinggi.
Kemajuan zaman yang begitu cepat dan persaingan global yang semakin dahsyat menuntut generasi muda Islam harus memiliki bekal ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang seimbang. Kematangan Imtaq dan Iptek merupakan syarat mutlak untuk memenangkan persaingan di segala bidang. Menjawab kebutuhan tersebut maka didirikanlah SMP-IT Darussalam. yang merupakan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu yang memadukan kurikulum kepesantrenan dan kurikulum Diknas memberikan pola pendidikan berbasis kompetensi dengan porsi 60% praktikum/penelitian ilmiah dan 40% teori, sehingga dengan demikian akan dihasilkan lulusan yang cerdas, disiplin, memiliki kematangan kepribadian, memiliki kecakapan hidup dan terampil dalam berbahasa Arab/Inggris maupun dalam keilmuan lainnya.
SMP-IT dan SMK-BP Darussalam merupakan aplikasi dari kekhawatiran orangtua terhadap lingkungan pergaulan, sehingga menerapkan sistem pesantren. Asrama adalah bagian dari proses pembinaan dan pembentukan karakter siswa. Dengan pendampingan selama dua puluh empat jam diharapkan siswa dapat mengembangkan IQ, EQ dan ISQ. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Islam tempo dulu masa Syekh Hamzah Al-Fansury dan Syekh Abdurrauf As-Singkily serta mengikuti perkembangan modern pada tahun-tahun belakangan ini. Dan Pesantren atau sekolah di sebut dengan DARUSSALAM yaitu “Tempat Penyelamatan” penyelematan asset H. Husni Thamrin dan penyelamatan generasi penerus Islam.